Pendakian Gunung Prau Via Patak Banteng dari Jakarta

Gunung Prau adalah gunung yang terletak diantara 3 kabupaten yaitu Kabupten Kendal, Kabupaten Batang dan Kabupaten Wonosobo. Gunung Prau sendiri mempunyai ketinggian 2.565 meter diatas permukaan laut dimana puncaknya adalah sebuah padang rumput yang luas dan mempunyai bukit-bukit yang cantik dihiasai pepohonan khas dataran tinggi. Gunung Prau sendiri merupakan dataran paling tinggi dikawasan dataran tinggi Dieng.

Kami Berlima
Untuk para pecinta alam dan penikmat Hiking nama gunung yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi, punyai Pemandangan Sunrise yang sangat indah dengan background kemegahan gunung kembar Sindoro-Sumbing, untuk para pendaki pemula Gunung yang satu ini bisa menjadi destinasi karena track yang tidak terlalu sulit serta jarak tempuh yang dibilang cukup deket, sekitar 3-5 jam kita sudah bisa sampai kepuncak, tapi disarankan tetap siapkan kondisi fisik yang baik dan tentu perlengkapan pendakian dan logistik yang lengkap dan aman karena suhu dipuncak cukup dingin.

Pendakian saya kali ini bersama teman-teman baru dikelas baru dan disemester baru. Diawali dari perkenalan dan bertukar pengalaman tentang pendakian tercutuslah ide untuk melakukan pendakian santai bersama, banyak faktor pertimbangan waktu dan budget akhirnya kami pilihlah Gunung Prau sebagai catatan petualang kami selanjutnya.

Ragu dengan waktu karena rencana pendakian berdekatan dengan hari Raya Idul Adha 1437 H waktu yang mepet karena dipastikan kami akan pulang dipas hari raya, tapi rencana tetap rencana dan persiapan semua sudah sempurna dan akhirnya kami tetap melakukan pendakian tersebut walau sebenarnya dihati berat untuk melangkah (karena menurut saya Hari Raya Idul Adha tetap hari besar umat Islam dan hari berkumpulnya bersama keluarga tercinta <3<3 ).

Sunrise Gunung Prau
Perburuan tiket kami mulai karena diputuskan kami akan menggunakan Bus dari Jakarta, mungkin karena bertepatan mendekati Hari Raya Idul Adha dan mungkin masih banyak orang perantau berpandangan seperti saya tentang hari tersebut dan akhirnya tiket yang semula sudah kami rencanakan sudah habis terjual dihari yang kami sudah tentukan, cari dan tanya sanasini disekitar terminal akhirnya kami menemukan alternatif bis lain dan tentu dengan jam dan harga yang berbeda diluar rencana sebelumnya. (Saran : Lakukan pembelian tiket jauh-jauh hari terutama mendekati hari raya)

Petualangan kami dimulai, ditentukan MP di Terminal Kampung Rambutan - Jakarta, bus yang akan membawa kami memulai petualangan baru bertolak dari Jakarta jam 20.00 WIB tujuan terminal Boyolali - Jawa tengah, untuk logistik tidak perlu repot bawa dari rumah karena dibasecamp dan diterminal Boyolali banyak tersedia keperluan logistik untuk pendakian.
Beberapa belas jam dan akhirnya kami sampai diterminal Boyolali sekitar Jam 08.00 WITA, Saran : langsung lakukan pembelian tiket arah pulang sesampainya kita diterminal Boyolali, karena di khawatirkan akan kehabisan tiket pada waktu kita akan kembali ke Jakarta. dari pada kita menanggung resiko menginap semalam lagi diterminal hanya karena kehabisan tiket, info yang saya baca untuk kelas ekonomi hanya ada 2 kali perjalanan bis dari Boyolali ke Jakarta yaitu sekitar jam 10.00 dan 17.00 WITA. yang memungkinkan bagi para pendaki hanya di jam sore saja karena tidak mungkin kita turun gunung dini hari hanya untuk mengejar bus pagi :D .

Persiapkan fisik dengan baik sebelum melakukan perjalanan selanjutnya, tentu sarapan, melengkapi Logistik dan mandi bagi yang mau menjalankannya :D . Untuk perjalanan selanjutnya kami menggunakan jenis bus elf yang tersedia banyak disana tentu tanya terlebih dulu tujuanya khawatir tersesat kealam yang tidak  dikenal :D .
Tujuan selanjutnya yaitu desa Patak Banteng atau basecamp terakhir sebelum pendakian sekitar 1 jam kami sudah sampai didesa tersebut, tapi jangan khawatir soal jajanan disana dijamin murah-murah dan banyak penyedia jasa sewa alat pendakian dan camping bagi para pendaki pemula yang masih belum lengkap peralatannya dari pada bermain resiko dengan Nyawa mending sewa deh.
lebih takjub lagi yang saya alami tidak ada penagihan simaksi untuk pendakian, para pendaki bisa bebas memulai pendakian tanpa ada portal-portal Calon seperti beberapa gunung di Jawa Barat.


Sekitar jam 11.00 WITA kami memulai pendakian tentu dengan sebelumnya melakukan Aklimatisasi terlebih dulu. Catatan : Kita sebagai pendaki pun wajib melakukan proses Aklimatisai terhadap lingkungan barunya yang dalam hal ini lingkungan baru yang berbeda dari yang biasa dijumpai, perbedaan yang cukup mencolok terlebih suhu udara sekitar. Suhu udara di Gunung akan membuat tubuh kita kaget jika kita tidak melakukan penyesuaian. Jika kaget yang terjadi maka selanjutnya tubuh kita akan terus menerus merasakan kedinginan dan menjadi faktor pertama terjadinya Sick Mountaint atau Hipotermia.
Pendakian diawali dengan track yang cukup curam cukup mengurus tenaga tapi sekitar 10 menit kemudian track lebih mudah dilalui dengan jalanan kebun yang berbatu dan cukup datar. disepanjang jakur pendakian sampai dengan Pos 2 banyak warung-warung yang menyediakan anekan makanan dan minuman jadi tidak perlu khawatir kelaparan selama perjalanan, track dari pos ke pos lainya cukup nyaman dan cukup mudah dilalui, pemandangan perkebunan warga selama pendakian menjadi penghias mata dan tentu menambah semangat kami untuk terus melangkah menuju puncak.

Subuh di Gunung Prau

Tidak ada hambatan dan kesulitan apapun selama perjalanan kami menuju puncak tidak ada catatan merangkak, guling-gulingan atau loncat-loncatan selama kami pendakian semuanya terasa nyaman untuk dilewati.
Sekitar 3 jam kami sudah sampai dipuncak Gunung Prau dengan disambut kabut lembut, angin yang bertiup manja dan cukup lelah untuk meregangkan otot-otot kaki sambil menikmati keindahan sabana Puncak Gunung Prau dengan ke elokan bukit-bukit yang indah dan kabut yang terasa memeluk tubuh. 

Pemilhan tempat mendirikan tenda harus diutamakan ketimbang View yang kita dapat karena di puncak Gunung Prau angin bertiup langsung dan lereng bukit cukup terjal, pilih tempat yang sekiranya tidak akan tertiup angin secara langsung dan tentu bukan jalur air, suhu udara disore hari cukup dingin untuk gunung yang hanya 3 jam kami tracking jadi diwajibkan membawa pakaian yang tebal dan menghangatkan.
memang pas kalo untuk pendaki pemula atau piknik bersama kerabat tercinta dialam bebas karena pendakian yang bisa dibilang cukup bersahabat dengan hasil pemandangan yang luar biasa dan bisa bercumbu dengan alam tidak perlu berbanting otot selama pendakian.
Catatan : Gunung tetaplah gunung kita tamu disana, semudah apapun kita bisa sampai kepuncak tetap kita adalah tamu bagi mereka dan kita harus menjaga dan menghormat segala apapun disana.


Previous
Next Post »